Tanda Impulse Buying, Tergoda Promo Jadi Salah Satunya!

Tanda Impulse Buying, Tergoda Promo Jadi Salah Satunya!

Apakah Anda senang berbelanja? Jangan-jangan itu tanda-tanda impulse buying? Tindakan tersebut membuat seseorang membeli sesuatu tanpa berpikir panjang, hanya dikarenakan trend-trend terbaru yang ada di masyarakat.

Perkembangan teknologi kurang lebih mendukung munculnya sikap impulsif. Ketika seseorang menginginkan barang bukan didasarkan dari kebutuhannya, melainkan karena ikut-ikutan trend. Pentingnya menerapkan sikap berbelanja tidak berlebihan demi kesehatan finansial Anda.

Sebaiknya, sebelum membeli sesuatu, pikirkan kembali manfaatnya dalam jangka panjang. Ingin tahu tanda-tanda impulse buying? Yuk cari tahu informasi selengkapnya agar Anda bisa mengatur keuangan dengan tepat.

Penjelasan Seputar Kebiasaan Buruk Impulse Buying

Ilmpulse buying merupakan kebiasaan berbelanja di luar perencanaan yang dipengaruhi oleh faktor emosional individu. Misalnya, saat Anda melihat trend fashion terbaru, lalu ingin mencobanya, di sinilah terjadi percampuran emosional seseorang.  Tidak adanya pertimbangan lebih lanjut sebelum membeli, memunculkan keputusan secara tiba-tiba.

Bahkan, biasanya tidak didasarkan pada kebutuhan tetapi keinginan, dorongan di dalam diri mendesak untuk membelinya. Anda akan merasakan kepuasaan sekejap, sampai tidak sadar apakah barang yang dibeli memang benar-benar diperlukan.

Pembelian barang tanpa perencanaan tak sehat untuk keuangan seseorang, hanya menumpuk barang-barang yang tidak dibutuhkan. Apabila Anda berada dalam posisi seperti ini atau pernah melakukan tindakan serupa saat berbelanja. Hati-hati karena itu ialah tanda-tanda impulse buying yang harus dihindari bersama.

Kenali Tanda-Tanda Impulse Buying Berikut Ini!

Berbelanja dengan keinginan spontan, tentu menjadi tanda-tanda impulse buying. Nah, apa saja sih tanda lainnya yang menjadi indikator bahwa seseorang mengalami perilaku pemborosan tersebut, simak penjelasannya:

1. Tidak berpikir dua kali

Jika Anda pernah membeli sesuatu tapi tidak berpikir dua kali, termasuk kategori perilaku ilmpulsif. Rasa ketertarikan membuat Anda lebih mudah untuk membelinya tanpa berpikir bagaimana manfaat, kebutuhan, ataupun kemampuan finansialnya.

2. Mudah terhasut oleh diskon

Siapa di sini yang pencari diskon atau promo? Seringkali faktor diskon ini menjadi pemicu terbesar berbelanja di luar rencana. Karena pikiran Anda akan melihatnya sebagai peluang selagi harganya lebih murah.

3. Membeli berdasarkan trend

Melihat trend tertentu lalu merasa ingin memilikinya, biasanya hanya untuk memenuhi hasrat semata. Menuntut diri sendiri berbelanja sesuai perkembangan zaman, sementara trend selalu berubah-ubah setiap masanya.

4. Self reward seolah mengapresiasi

Biasanya, seseorang akan menetapkan self reward setelah dirinya mampu mencapai tujuannya. Bentuk apresiasi terhadap diri sendiri memanglah tidak salah, tetapi Anda harus menempatkannya dengan bijaksana.

5. Memenuhi kepuasan

Saat Anda merasa lelah, stress, dan jenuh dengan pekerjaan ataupun aktivitas saat ini. Kegiatan berbelanja kerap kali dijadikan pilihannya untuk memenuhi kepuasan instan, tanpa berpikir apakah itu kebutuhannya.

Mungkin Saja Anda Mengalami Penyebab Perilakunya!

Tidak sulit untuk mengenali tanda-tanda ilmpulse buying, tetapi beberapa orang mungkin mengabaikannya atau melupakannya. Dorongan emosional dalam diri seseorang menjadi penyebab utama tindakan ini berlangsung. Cenderung orang akan lupa ketika dirinya sedang jenuh, stress, maupun bosan.

Sehingga, membutuhkan sesuatu untuk mencapai hasratnya agar merasa puas, meskipun kepuasannya tidak bertahan lama. Hal kedua penyebab yang sering dilakukan oleh masyarakat karena adanya promo menarik. Tak ingin melewatkan kesempatan emas tersebut, membuat seseorang langsung membeli tanpa berpikir bahwa itu bukan perencanaan berbelanjanya.

Melihat iklan di media sosial lalu tergiur ingin mencobanya? Efek psikologis dari melihat iklan secara berulang mampu mempengaruhi keputusan belanja seseorang. Jadi, sangat penting melakukan kontrol diri dengan mengingat kebutuhannya.

Apalagi sekarang perkembangan teknologi sudah semakin maju, memunculkan banyak market place dimana-mana. Bahkan, kebutuhan berbelanja menjadi mudah, hanya perlu mengklik dan membayar, barang langsung sampai tujuan.

Tips Mengatasi Perilaku Impulse Buying yang Buruk!

Jika Anda termasuk orang-orang yang cenderung mengalami tanda-tanda impulse buying. Segera hindari kebiasaan tersebut untuk memenuhi kebutuhan berbelanja secara tepat sesuai perencanaan yang sudah ditetapkan sejak awal.

1. Membuat list prioritas

Membuat skala priotas menjadi salah satu tips paling utama yang harus Anda terapkan. Mengapa demikian? Ketika seseorang membuat list, analisis terkait kebutuhan jangka pendek dan panjang jadi lebih terstruktur.

2. Kurangi belanja online

Aplikasi market place memang mempermudah individu dalam berbelanja, terlebih sangat praktis penggunaannya. Akan tetapi, justru aplikasinya menjadikan Anda lebih mudah tergoda dengan berbagai barang yang diperjualbelikan, pertimbangan sebelum Anda membelinya.

3. Tentukan besaran budgetnya

Tujuan menentukan budget membuat Anda menjadi lebih fokus terhadap kebutuhan esensial. Dengan begitu, akan mengurangi dorongan dalam diri seseorang untuk menghindari membeli barang-barang yang tak diperlukan.

4. Evaluasi dan kesadaran diri

Lakukan identifikasi terkait perbedaan antara kebutuhan atau kemauan agar bisa berpikir rasional. Tingkatkan kesadaran diri lewat pola-pola serta situasi yang memunculkan adanya tindakan atau tanda-tanda impulse buying.

Itulah beberapa tips menghindari perilaku-perilaku buruk agar tidak terus dilakukan. Kenali tanda-tanda impulse buying dan ingat apa yang menjadi prioritas kebutuhan esensial Anda, sehingga hal tersebut bisa segera diatasi.

CATEGORIES
Share This